Bohlam Biografi 3 Dimensi & Mesin Detektor Pencari Peminat
Sinopsis Cerita:
Bohlam Biografi 3 Dimensi

Nobita mendapat tugas menulis laporan atau kesan setelah membaca buku. Namun, setiap kali mencoba membaca buku yang penuh tulisan, ia selalu mengantuk bahkan sebelum menyelesaikan satu halaman. Karena putus asa, ia meminta bantuan Doraemon.
Untuk membantunya, Doraemon mengeluarkan alat rahasia bernama Denki Denki (Listrik Biografi). Alat ini dapat dipasang pada buku biografi sehingga tokoh terkenal yang ada di dalam buku bisa muncul dan berbicara langsung dengan pembacanya.
Nobita pun mencoba alat tersebut pada biografi Isaac Newton. Tak lama kemudian, Newton benar-benar muncul dari dalam buku dan menceritakan kisah hidupnya secara langsung. Sayangnya, setelah mendengar semua penjelasan itu, Nobita hanya menulis satu kalimat untuk tugasnya: βNewton adalah paman yang suka apel.β Melihat hasil yang menyedihkan itu, Doraemon pun hanya bisa menghela napas.
Mereka lalu mencoba biografi Thomas Edison. Namun bukannya belajar, Nobita malah meminta Edison mengganti bohlam lampu rumah yang rusak. Tentu saja hal itu membuat Doraemon semakin kesal.
Kemudian, saat mencari buku lain, Nobita bertemu Giant dan Suneo yang ternyata juga kesulitan mengerjakan tugas membaca. Mereka pun berkumpul di rumah Suneo dan mulai mencoba Denki Denki pada berbagai buku biografi terkenal. Tokoh-tokoh seperti Pablo Picasso, Napoleon Bonaparte, dan Ludwig van Beethoven satu per satu muncul dari dalam buku.
Namun, seperti biasa, kehadiran tokoh-tokoh besar itu tidak berjalan sesuai rencana. Tingkah konyol Nobita dan teman-temannya justru memicu berbagai kejadian lucu dan kekacauan yang tak terduga.
Mampukah Nobita akhirnya memahami isi buku dan menulis laporan yang layak? Atau justru para tokoh sejarah yang akan dibuat pusing oleh ulah Nobita dan kawan-kawan?
Mesin Detektor Pencari Peminat

Dalam perjalanan pulang sekolah, Nobita dan teman-temannya menemukan seekor anak kucing terlantar di lapangan kosong. Meski merasa kasihan, tidak ada seorang pun yang bisa memeliharanya, sehingga mereka terpaksa meninggalkannya di sana sambil terus memikirkan nasib kucing tersebut.
Tak lama kemudian, Nobita bertemu dengan pamannya, Tamao Nobi, dan pulang bersama. Paman Tamao yang bekerja sebagai tenaga penjual mobil sedang menghadapi masalah besar karena belum berhasil menjual satu mobil pun.
Mendengar keluhannya, Doraemon mengeluarkan alat rahasia bernama Pendeteksi Orang yang Menginginkan Sesuatu. Alat ini dapat mencari orang yang sedang menginginkan barang tertentu. Setelah memasukkan brosur mobil ke dalam alat tersebut, jarumnya langsung bergerak dan menunjukkan arah seseorang yang sedang ingin membeli mobil.
Nobita dan Doraemon mengikuti petunjuk alat itu. Mereka menemukan seorang pria di taman yang ternyata memang menginginkan mobil, tetapi tidak memiliki cukup uang untuk membelinya. Meski gagal melakukan penjualan, mereka tidak menyerah. Ketika alat itu kembali bereaksi, mereka mengikuti arahnya sekali lagi dan berhasil menemukan seorang pria kaya yang akhirnya membeli mobil dari Paman Tamao.
Setelah melihat keberhasilan alat tersebut, Nobita mendapat ide baru. Ia teringat pada anak kucing terlantar yang mereka temukan sebelumnya. Jika alat itu bisa menemukan orang yang menginginkan mobil, bukankah alat itu juga bisa menemukan seseorang yang ingin memelihara kucing?
Dengan harapan dapat menemukan pemilik yang baik untuk si anak kucing, Nobita dan Doraemon mulai menggunakan alat tersebut untuk mencari orang yang tepat. Namun, seperti biasa, pencarian yang tampak sederhana itu berubah menjadi petualangan penuh kejutan dan masalah tak terduga.
Akankah mereka berhasil menemukan keluarga yang cocok untuk si anak kucing? Atau justru alat pencari itu akan membawa mereka kepada orang-orang yang sama sekali tidak mereka duga?







π¬ Komentar Penggemar
Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi.
Masuk AkunBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!