Dengan Tanda Larangan Semua Dilarang & Kertas Pelindungku
Sinopsis Cerita:
Dengan Tanda Larangan Semua Dilarang

Ibu Nobita yang sedang kesulitan menjalani diet memutuskan untuk berhenti membeli makanan manis. Mendengar itu, Nobita panik karena takut camilan mereka juga ikut hilang, lalu mengadu kepada Doraemon.
Sebagai solusi, Doraemon mengeluarkan alat rahasia bernama "Papan Larangan" (Kinshi Hyoushiki). Jika nama suatu hal ditulis pada papan itu lalu dipasang, siapa pun akan dipaksa berhenti melakukan atau menggunakan hal tersebut. Doraemon segera menulis "makanan manis" dan memasangnya di ruang keluarga. Hasilnya, ibu Nobita benar-benar tidak bisa memasukkan daifuku yang hendak dimakannya ke dalam mulut!
Tak lama kemudian, Nobita dimarahi karena membiarkan lampu toilet tetap menyala. Kesal karena terus ditegur, ia menulis "ceramah" pada Papan Larangan dan menancapkannya. Akibatnya, setiap kali ibunya ingin mengomel, kata-katanya tidak bisa keluar dari mulut.
Doraemon yang melihat tingkah Nobita hanya bisa geleng-geleng kepala. Sebagai balasan, ia melarang "tidur siang" karena Nobita terus bermalas-malasan dan tidak mengerjakan PR. Nobita yang marah kemudian menulis "dorayaki" di papan tersebut dan melarang Doraemon memakan makanan kesukaannya itu.
Karena sama-sama dipaksa berhenti melakukan hal yang mereka sukai, Nobita dan Doraemon mulai saling menggunakan Papan Larangan untuk melarang berbagai macam hal satu sama lain. Namun...!?
Kertas Pelindungku

Setelah dipukul Giant, digigit anjing, dan jatuh ke selokan, Nobita pulang ke rumah dalam keadaan babak belur. Ia meminta Doraemon mengeluarkan alat rahasia untuk menghindari kesialan. Namun, Doraemon menasihatinya agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Nobita malah mengeluh bahwa sebelum sempat menjadi lebih berhati-hati, ia sudah keburu tertimpa berbagai musibah. Karena terus merengek, Doraemon akhirnya mengeluarkan sebuah alat bernama "Kertas Pelindung" (Mamori-gami).
Menurut Doraemon, jika kertas itu dipuja dengan sungguh-sungguh tiga kali setiap hari, kertas tersebut akan melindungi pemiliknya dari berbagai bencana dan kesialan. Meski masih setengah percaya, Nobita tetap bertepuk tangan seperti saat berdoa lalu pergi keluar. Tak lama kemudian, saat ia hampir tergelincir dari tangga, Kertas Pelindung tiba-tiba mengembang dan menangkapnya. Nobita pun terkejut!
Setelah itu, Kertas Pelindung terus melindunginya dari berbagai bahaya, mulai dari pot bunga yang jatuh hingga sepeda yang hampir menabraknya. Bahkan, kertas itu juga mengusir Suneo dan sampai-sampai menghalangi guru yang hendak datang ke rumah untuk membicarakan nilai pelajaran Nobita dengan ibunya.
Merasa terlalu aman dan semakin besar kepala, Nobita kemudian mencoba mengambil beberapa Kertas Pelindung tambahan dari kantong Doraemon yang sedang tidur tanpa izin...!?







💬 Komentar Penggemar
Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi.
Masuk AkunBelum ada komentar. Jadilah yang pertama!