Menu
Beranda
Masuk Daftar Akun Baru
TV Series πŸŽ™οΈ DUB INDO πŸ“Ί Episode 402

Rumah Nobita di Lantai 30 & Pohon Hadiah Yang Tidak Terkendali & Terlihat di Air

πŸ‘οΈ 2 Tayangan

Sinopsis Cerita:

Rumah Nobita di Lantai 30

Saat tengah bermain di rumah teman sekelasnya yang baru pindah ke apartemen 30 lantai di depan stasiun, Nobita terpukau oleh pemandangan indah dari jendelanya. Sepulangnya, ia memohon kepada Mama dan Papa agar keluarga mereka juga membeli apartemen dan pindah ke sana, tetapi permintaannya langsung ditolak.

Melihat Nobita kecewa, Doraemon mengusulkan agar mereka mencoba merasakan tinggal di tempat yang sangat tinggi. Namun, agar tidak menghebohkan orang-orang, mereka memutuskan menunggu hingga tengah malam.

Tepat pukul dua dini hari, Doraemon membangunkan Nobita dan mengeluarkan alat rahasia bernama \"Elevator Pengubah Rumah Menjadi Apartemen Bertingkat\". Dengan alat itu, seluruh rumah keluarga Nobi perlahan terangkat ke udara hingga mencapai ketinggian setara lantai 30 apartemen!

Nobita pun sangat gembira melihat pemandangan malam yang menakjubkan dari jendela dapur. Namun, di tengah kegembiraan itu, tiba-tiba terdengar suara keras seseorang mengetuk pintu depan.

Meski rumah mereka kini melayang tinggi di udara, pintu masuknya ternyata masih terhubung ke permukaan tanah. Siapakah yang datang bertamu pada pukul dua dini hari...?


Pohon Hadiah Yang Tidak Terkendali

Hari ini adalah ulang tahun Shizuka. Saat Nobita sedang pusing memikirkan hadiah apa yang harus diberikan, tiba-tiba Nobita dari satu tahun yang lalu muncul dari laci mejanya dan bertanya,

\"Hadiah untuk Shizuka sudah siap?\"

Nobita dan Doraemon sama-sama kebingungan karena tidak mengerti maksudnya. Namun, setelah Nobita dari masa lalu kembali, Doraemon akhirnya teringat pada kejadian setahun sebelumnya.

Pada ulang tahun Shizuka tahun lalu, Nobita menyesal karena tidak menyiapkan hadiah dari jauh-jauh hari. Melihat Nobita murung, Doraemon mengeluarkan alat rahasia bernama \"Pohon Penghasil Hadiah\". Caranya, tuliskan nama orang yang akan diberi hadiah beserta tujuannya pada pot tanaman itu, lalu sirami setiap hari tanpa pernah lupa. Nantinya pohon tersebut akan tumbuh dan menghasilkan buah yang pasti menjadi hadiah yang paling disukai oleh orang tersebut.

Barulah Nobita teringat. Ia segera mencari pot itu di kamarnya, dan menemukannya terselip di belakang rak buku dalam keadaan sudah benar-benar kering dan layu.

Nobita memindahkannya ke halaman rumah dan menyiramnya dengan air sebanyak mungkin, tetapi tentu saja pohon itu tidak hidup kembali. Putus asa, Nobita diam-diam mengobrak-abrik kantong Doraemon dan mengambil berbagai alat rahasia, termasuk \"Ekstrak Modifikasi Tanaman\", lalu...!?


Terlihat di Air

Nobita pergi ke tanah lapang untuk tidur siang seperti biasa. Namun, tempat favoritnya ternyata sudah dipakai oleh seorang pria yang tidak dikenalnya. Ia pun diusir dan terpaksa pulang.

Sesampainya di rumah, Nobita melihat Pintu ke Mana Saja tergeletak di kamarnya, sementara Doraemon sedang berusaha mengambil sebuah botol yang tergantung di pohon di belakang bukit. Doraemon menjelaskan bahwa tadi ada syuting drama di sana. Air yang ada di dalam botol itu kemudian dimasukkan ke alat rahasia bernama \"Video Air\". Begitu tombolnya ditekan, adegan syuting yang sebelumnya terjadi di tempat itu langsung muncul di layar. Ternyata, alat ini dapat memperlihatkan kejadian-kejadian yang pernah dipantulkan oleh air tersebut.

Mengetahui kegunaan Video Air, Nobita langsung ingin mencobanya dengan air keran. Saat kenop waktu diputar ke masa lalu, mereka melihat perjalanan air itu sejak masih berupa awan, kemudian turun sebagai hujan, meresap ke dalam tanah, berubah menjadi mata air, lalu mengalir sebagai sungai. Di tengah perjalanan itu, tampak pula seorang anak laki-laki yang sedang menghanyutkan perahu kecil dari daun bambu.

Setelah itu, Nobita mulai mengumpulkan berbagai jenis airβ€”mulai dari air kolam taman hingga air sungai kecilβ€”untuk ditonton menggunakan Video Air. Saat itulah Shizuka datang sambil membawa sebuah perahu daun bambu, lalu...!?

πŸ’¬ Komentar Penggemar

Silakan masuk ke akun Anda untuk ikut berdiskusi.

Masuk Akun
πŸ“­

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!